Resep Empal Basah

Mangkuk dan Sendok
Mangkuk dan Sendok

Siapa yang tidak senang memasak dan masakannya disukai orang lain. Sebagai seorang istri Ummi senang sekali memasak untuk Buya. Alhamdulillah Buya adalah tipikal orang yang tidak repot jika berurusan dengan makanan. Makanan kesukaan Buya? Masakan nusantara. Apa saja masakan nusantara yang Ummi masak, Buya akan makan dengan lahap. Masakan nusantara dikenal gurih, pedas, dan berempah. Perpaduan yang sempurna untuk piring Buya.

Pengetahuan Seputar Daging Sapi

Ummi sejatinya belum begitu paham soal daging. Baik daging sapi ataupun daging kambing. Mana tenderloin, mana sirloin, mana bisep, dan bagian daging lainnya dari tubuh sapi. Secara teori bisa dicari di google. Hanya ketika sudah di pasar, tidak bisa membedakannya. Solusinya, bertanya kepada penjual. Kadangkala, daripada bertanya, lebih baik pilih saja daging yang berlemak untuk gulai atau sup, daging tanpa lemak untuk rendang, dendeng, bakso, dan tumisan. Namun setelah sedikit baca-baca, daging yang biasanya dipakai untuk membuat bakso adalah daging bagian leher sapi hingga bagian atas paha. Sementara untuk membuat rendang, bisa digunakan daging has dalam, has luar atau gandik. Sepertinya daging bagian gandik inilah yang sering Ummi beli di pasar. Dagingnya tanpa lemak namun berserat banyak. Butuh waktu yang lama untuk memasaknya.

Ketika membuat empal basah ini, Ummi membeli daging tanpa lemak. Sepertinya ini bagian gandik ya. Padahal di resepnya, dibutuhkan daging sapi bagian kisi. Yang mana lagi itu? Apakah sama? Ummi akan belajar lagi. Pada foto di atas, terkumpul semua bahan membuat empal basah. Tapi masih ada yang tidak terfoto. Lalu cabe dan kawan-kawan di bagian bawah itu untuk membuat sambal tomat ya. Karena empal basah ini manis, jadi Ummi buatkan sambal terpisah. Lauk manis tanpa sambal, rasanya tidak sempurna ya. Agak cepat eneg biasanya.

Resep Empal Basah

Resep Diah Didi

Bahan:

500 gram daging sapi bagian kisi, potong sesuai selera

600 ml santan kental

400 ml air kelapa

Bumbu, haluskan:

6 butir bawang merah

3 siung bawang putih

1/2 sdm ketumbar

Bahan dan rempah lain:

2 lembar daun salam

3 cm lengkuas, keprek

50 gram gula merah

2 mata asam jawa, biarkan utuh

1/2 sdt kaldu sapi

Garam secukupnya, sedikit saja

Cara membuat:

  1. Masukkan semua bahan dan bumbu ke dalam panci presto, masak selama 15 menit;
  2. Matikan api, biarkan dingin, dan buka tutup panci;
  3. Ungkap kembali. Kali ini jangan dipresto. Gunakan api kecil. Masak hingga bumbu mengental. Jangan lupa mencicipi rasanya. Tambahkan garam jika perlu. Sesekali aduk agar tidak lengket dan gosong bagian bawahnya.

Sedikit Pengalaman dan Tips

Santan kental untuk membuat empal basah Ummi ambil dari 1 butir kelapa. Diperas lama untuk memastikan sari kelapanya keluar dan mendapatkan santan yang kental. Jika tidak mau repot-repot, pakai saja santan kental instan yang dijual di warung. Tambahkan air secukupnya untuk mendapatkan kekentalan yang pas. Air kelapanya, gunakan air kelapa muda. Air kelapa muda memberikan rasa manis dan gurih pada daging. Air kelapa tua yang disantan biasanya sudah ada rasa asamnya.

Ketika memasak empal basah ini, Ummi tidak menggunakan panci presto. Dengan panci biasa, Ummi memasak menggunakan api kecil selama satu setengah jam. Dagingnya sudah empuk tapi kita mau yang lebih empuk. Cuma bumbunya sudah mengental dan mengeluarkan minyak, jadi tidak mungkin lagi terus dimasak, bisa-bisa jadi rendang, hehe. Sekarang sebagian Ummi simpan di freezer. Nanti ketika hendak dimakan Ummi mau mencoba menambahkan santan yang sudah dididihkan atau air panas agar lebih empuk.

Resep sambal diposting terpisah ya. Soalnya Ummi membuat sambal kesorean, tidak sempat difoto. Oh iya, hampir lupa. Kemaren Ummi menambahkan kacang merah ke dalam empal basah ini. Kacangnya dimasukkan setelah setengah perjalanan memasak. Aigo, perjalanan, hehe. Disesuaikan saja ya, kalau kacang merahnya kering, sepertinya butuh waktu lebih lama untuk memasaknya. Selamat mencoba ya. Ummi akan terus belajar nih seputar daging. Nanti berbagi lagi.

2018,

Ummu Hanif | Mrs. Rosyidi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: