Resep Kolak Pisang dan Ubi

Bahan Membuat Kolak Pisang dan Ubi Jalar
Bahan Membuat Kolak Pisang dan Ubi Jalar

Kolak Pisang, Enak dan Mudah Dibuat

Manis dan gurih bersantan. Pisang dan ubi yang lembut, meleleh saat di mulut. Siapa yang tidak kangen jajanan manis ini? Mudah dibuat dan bahannya gampang diperoleh. Cuma, pisang lumayan mahal di Jakarta, hehe. Pisang yang Ummi gunakan waktu membuat kolak ini adalah pisang tanduk. Satu pisang tanduk dan satu buah ubi ukuran cukup besar. Santannya santan segar yang diperas sendiri dari satu butir kelapa. Ummi menggunakan santan sedang, tidak kental dan tidak encer. Kalau terlalu kental nanti malah berubah menjadi pongek pisang. Kalau encer, nanti rasanya malah jadi kayak air dikasih gula jawa, hehe.

Jadi, untuk mendapatkan santan sedang, satu butir kelapa diperas dengan hampir satu liter air. Sedikit air panas, sisanya air biasa. Kelapanya diremas-remas hingga santannya keluar. Kemudian baru disaring. Pastikan santannya keluar ya, jangan cuma disiram lalu diperas sambil disaring. Total air yang Ummi gunakan untuk membuat kolak ini adalah 1,5 liter. 1 liter santan dan 500 ml air untuk merebus pisang dan ubi agar empuk sebelum ditambahkan gula dan santan. Apakah pisang dan ubi harus direbus dahulu? Ummi biasanya membuat kolak apapun dengan cara begitu, hehe. Walaupun Ummi pernah melihat ada orang yang memasak kolak dengan mencampur semua bahan jadi satu di dalam panci lalu merebusnya. Pasti jadi, hanya rasanya sedikit berbeda. Ummi suka? Suka-suka saja. Hanya, karena begini cara Ummi biasa memasak, jadi begini juga resep yang Ummi share ya.

Lain kali, Ummi ingin membuat pongek pisang. Lupa caranya. Ummi pernah bertanya kepada salah seorang etek di kampung, katanya sama saja seperti membuat kolak pisang, tapi santan kelapa diambil bagian kentalnya saja. Menarik juga. Pongek pisang biasanya dijadikan sebagai salah satu hantaran ke rumah mertua dan ke rumah bako saat bulan puasa. Teman setianya adalah nasi lomak yang dibungkus daun pisang. Onde mande, tobik salero. Tapi sepertinya Buya tidak akan doyan. Buya lebih suka makanan dan masakan yang gurih. Sekedar satu mangkuk, sepertinya masih mau. Satu mangkuk pagi dan satu mangkuk siang. Lalu satu mangkuk lagi malam, hehe. Engga kok!

Resep pongek pisang Ummi pikirkan nanti. Sekarang resep kolak pisang dan ubi dulu ya. Oh, iya, Ummi tidak begitu menyukai rasa manis yang berlebihan. Jadi kalau misalnya nanti membuat kolak pisang menggunakan resep Ummi, pastikan untuk mengecek rasa manisnya ya. Tambahkan gula jika keluarga teman-teman suka lebih manis.

Resep Kolak Pisang dan Ubi Jalar

Oleh Ummu Hanif

Bahan:

1 buah pisang tanduk, potong setebal 1 cm

1 buah ubi kuning ukuran sedang, potong dadu ukuran 1,5-2 cm

1 lembar daun pandan, ikat

500 ml air

80 gram gula aren

20 gram gula pasir

1 liter santan sedang

Sejumput garam

Cara membuat:

  1. Didihkan 500 ml air bersama daun pandan. Masukkan pisang tanduk, rebus hingga setengah matang;
  2. Tambahkan ubi jalar, rebus hingga pisang dan ubi empuk;
  3. Masukkan gula aren dan gula pasir, aduk dan masak hingga gula larut;
  4. Tuang santan, aduk rata;
  5. Taburkan garam, aduk rata;
  6. Terus masak hingga kuah mendidih sambil sesekali diaduk. Cicipi dan sajikan hangat atau dingin.

Mengapa pisang direbus lebih dulu dari ubi? Biasanya, pisang yang digunakan untuk kolak adalah pisang yang belum terlalu matang. Teksturnya akan bagus dan rasanya lembut tapi tidak benyek. Nah, pisang yang begini, lama empuknya saat direbus. Beda halnya dengan ubi yang cepat sekali matang. Nah, supaya pisang dan ubi matang bersamaan, pisang kita masak lebih dahulu. Tapi kalau ternyata adanya pisang yang sudah matang sekali, masukkan pisang dan ubi secara bersamaan.

Gula aren bisa diganti dengan gula tebu atau gula kelapa. Tapi jangan kaget kalau rasanya akan berbeda ya. Tetap enak, kok! Tenang saja! Ukuran pisang dan ubinya dikira-kira saja ya. Jangan sampai mengukur dengan penggaris saat memotong ya, hehe. Agak lebay kalau ini.

Tanpa Foto Kolak Pisang Setelah Matang

Mohon maaf sekali, kolak setelah matang tidak sempat Ummi foto berhubung pada hari itu ponakan Ummi datang dan kolak segera disajikan untuk mereka, hehe. Ada beberapa resep setelah ini yang foto matangnya belum ada. Kasusnya sama, hehe. Tidak mungkin mengambil foto makanan karena mereka roaming all around the house. Maklum masih pada kecil. Zamannya lompat-lompatan dan lari-larian. Kalau pas mau motoin tiba-tiba mangkuk kesenggol, bisa be-ra-be. Ummi usahakan foto-foto yang tidak ada segera disusulkan.

Satu lagi sebelum ditutup. Nanti kolak ini jadinya berkuah banyak ya. Kalau tidak suka, tambahkan pisang dan ubinya supaya lebih banyak isi. Kalau Ummi, suka memakan kuah sisa kolak ini dengan roti kasur atau roti tawar. Enak, deh! Ini ajaran emak, hehe.

2018,

Ummu Hanif | Mrs. Rosyidi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: