Resep Ayam Bacem Goreng Daun Pandan

Ayam Bacem Goreng Daun Pandan
Ayam Bacem Goreng Daun Pandan

Fluktuasi Harga Pasar

Ayam adalah menu paling mudah dikreasikan. Setuju? Ada banyak resep ayam goreng, ayam bakar, sop ayam, gulai, dan rendang. Gulai dan rendang kayaknya orang Minang ya yang sering membuatnya. Semua lauk, di ranah Minang pasti sudah coba direndang, hehe. Walaupun harga ayam melambung tinggi, kalau lagi pengen makan, ya terpaksa juga beli ayam. Di warung sayur di dalam komplek Ummi, ayam dijual Rp. 65,000/ekor. Ukuran besar memang, tetap saja W.O.W. Bagian dada Rp 40,000 dan bagian paha Rp 25,000. Bagian pahanya bisa dipotong jadi 8 bagian. Tidak terlalu besar, ukuran standar warung dan rumah makan. Semoga harga segera normal lagi ya.

Tadi pagi, Buya belanja ke pasar. Harga telur sudah Rp 24,000/kg. Apakah mungkin turun hingga Rp 20,000 lagi? Kita berharap ya. Walaupun kelihatannya agak susah. Ketika harga telur sampai di angka Rp 30,000/kg Ummi jadi kasihan dengan para bakul kue yang tiap hari menggunakan telur sebagai bahan utama dagangannya. Fluktuasi harga yang ekstrim, tentu tidak baik untuk perkembangan bisnis. Bakul kue tidak mungkin menaik-menurunkan harga seperti halnya harga telur di pasar. Setiap bakul pasti sudah ada patokan harga ketika menghitung harga kue ya. Kasihannya ketika harga telur melambung seperti ini, mereka harus menanggung kerugian sambil berharap harga telur akan normal lagi.

Oo, kok malah ngomongin telur, hehe. Ya, mau diributkan atau didiamkan, harga di pasar berfluktuasi sesuai kemauan pasar. Mau tidak mau kita harus terima, karena butuh untuk konsumsi sehari-hari. Ah iya, Ummi pernah baca sekilas tentang emak-emak yang berdemo di depan Istana Negara meminta pemerintah menurunkan harga bahan pangan. Menurunkan ya bukan menstabilkan karena stabil tidak berkonotasi sama dengan murah. Salut dengan emak-emak itu. Yang lucu adalah komentar di foto tersebut, ‘mahasiswanya kemana?’, hehe…

Kita kembali ke ayam lagi aja ya. Kejauhan barusan. So, ayam bacem ini mirip rasanya dengan ayam kalasan. Di sini Ummi sering membeli ayam bakar kalasan karena rasanya enak sekali. Ketika memasak ayam itu, rasa ayam bakar kalasan itu langsung teringat. Ya, seperti banyak orang katakan, bagi Ummi rasa makanan adalah memori yang kapan saja bisa muncul dari otak bawah sadar. Sedikit berbeda karena yang ini, ayamnya digoreng.

Ayam Bacem Goreng Daun Pandan
Ayam Bacem Goreng Daun Pandan

Resep Ayam Bacem Goreng Daun Pandan

Resep Diah Didi

Bahan:

500 gram ayam, potong kecil sesuai selera

500 ml air kelapa

300 ml air putih

50 gram gula aren

2 lembar daun salam

2 cm laos, geprek

1/2 sdt garam

1/2 sdt kaldu ayam

Bumbu, haluskan;

1 sdt ketumbar

6 butir bawang merah

2 siung bawang putih

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dan bumbu di dalam panci, tutup rapat, dan masak dengan api kecil, hingga bumbu mereap dan kuah habis. Tiriskan, dinginkan;
  2. Bungkus tiap potong ayam dengan selembar daun pandan;
  3. Goreng ayam dengan minyak panas, sebentar saja hingga daun pandan kering dan ayam berubah menjadi kecoklatan.

Bumbunya simpel ya, jadi gampang membuatnya. Bisa disambi dengan kerjaan lain, karena butuh waktu lama untuk merebusnya. Asal hati-hati jangan sampai lupa terus kompornya meledug. Waktu bikin, Ummi menggunakan air kelapa dari satu butir kelapa muda. Jumlahnya lebih banyak dari takaran resep, tapi hasil akhirnya, ayamnya lembut dan gurih. Merebusnya butuh waktu sekitar tiga jam. Ingat ya, dengan api kecil. Dengan menggunakan api kecil, bumbu akan meresap sempurna ke dalam ayam.

Sayang sekali lupa memoto ayam yang masih dalam bungkusan daun pandan. Setelah di goreng, Buya langsung makan, jadi lupa kalau masih butuh sesi foto-foto. Setelah daun pandan dilepas semua, ah nyadar. Ternyata belum difoto. Hehe, alasan sebenarnya karena bungkusan daun pandan Ummi belum rapi, malu ih. Pandannya terlalu kecil untuk ukuran ayam Ummi, jadi digulung-gulung aja deh. Yang penting dapat aromanya. Kalau mau tau cara membungkusnya, bisa langsung cuss ke blog mba Diah ya. Selamat mencoba!

2018,

Ummu Hanif | Mrs. Rosyidi

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: