Resep Fudgy Brownies

Fudgy Brownies
Fudgy Brownies

Brownies…

Jika mendengar satu kata ini apa yang terbayang di pikiran teman-teman? Amanda? Brownies kukus? Brownies Ny. Liem? Tidak ada salahnya tentu saja. 2 merk di atas sudah melegenda di Jabodetabek setidaknya. Sehingga ketika kata brownies muncul, yang pertama kali terngiang adalah brownies kukus produksi Amanda dan brownies kukus resep Ny. Liem.

Akan tetapi perlu kita ketahui bahwa brownies, sejatinya adalah jenis kue yang dioven, bukan dikukus. Lahir dari kegagalan seorang koki saat membuat cake untuk disajikan kepada tamu hotel. Kegagalan yang ‘lezat’, bukan? Dari tempat asalnya di tanah Amerika sana, brownies memiliki ciri padat, kaya rasa coklat, dan sedikit basah, dengan tekstur kulit yang tipis dan shiny. Kue ini tidak tebal seperti halnya cake atau bolu yang lembut dan mengembang. Jika dikenalkan kepada orang kampung kita yang belum mengenal sejatinya brownies, sepertinya akan dikatakan kue bantat, hehe.

Perlu diketahui bahwa padatnya brownies tidak sama dengan padatnya kue bantat, ya. Padatnya brownies karena adonannya memang berat sedangkan kue bantat membentuk endapan cairan di bagian bawah kue sehingga kuenya menjadi sangat padat di bagian bawah saja. Kira-kira sudah terbayang ya seperti apa bedanya. Atau mungkin sudah pernah mengalami kuenya bantat? Kami sering mengalaminya ketika dulu masih menggunakan whisk untuk mengocok adonan. Dipikir-pikir, bukan salah whisknya, tapi salah kami yang tidak paham cara menggunakan whisk dengan benar, hehe. Cerita zaman dulu.

WhatsApp Image 2018-08-24 at 11.38.28 (3)

Brownies Kukus

Jika brownies aslinya bertekstur padat, mengapa di negara kita justru brownies kukus yang populer? Kami pernah membaca sekilas pengantar resep cake dan roti ala Jepang. Di sana tertulis keterangan bahwa orang Asia cenderung menyukai cake dan roti dengan tekstur yang ringan. Brownies, cake yang kita tahu teksturnya sangat berat dan mengenyangkan, dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi ringan dan tidak begitu mengenyangkan. Kalau kita melihat resep brownies kukus, dapat dikatakan bahwa brownies kukus adalah sejenis cake coklat.

Untuk mengetahui perbedaan kedua jenis brownies ini, berikut kami sajikan resep Fudgy Brownies ya. Brownies asli yang tipis, padat, dan mengenyangkan.

Fudgy Brownies

Resep dari Instagram Hanhanny

Bahan 1:

150 gram gula kastor/gula pasir halus

2 butir telur

1 sdt vanila ekstrak

Bahan 2, ayak dan aduk rata:

75 gram tepung protein rendah

25 gram susu bubuk

35 gram coklat bubuk

Bahan 3, lelehkan:

150 gram DCC

90 gram mentega

Cara membuat:

  1. Sediakan loyang ukuran 20x10x4 cm sebanyak 2 buah. Bisa juga menggunakan 1 buah loyang ukuran 20x20x4 cm, oles minyak atau margarin cair dan alas kertas roti. Lebihkan kertas roti di 2 bagian sisi loyang;
  2. Panaskan oven 15 menit sebelum adonan masuk pada suhu 180 delcel;
  3. Kocok bahan 1 hingga gula larut. Gunakan whisk atau mixer sebentar saja. Jangan sampai telurnya mengembang ya, nanti malah jadi brownies kukus, hehe;
  4. Masukkan bahan 3, aduk rata;
  5. Tambahkan bahan 2, aduk rata;
  6. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan;
  7. Panggang selama 30 menit dengan api bawah;
  8. Setelah matang, keluarkan loyang dari oven, biarkan agak dingin;
  9. Sisir bagian pinggir loyang yang tidak kebagian kertas roti dengan pisau, angkat brownies dengan menarik kertas roti yang tadi dilebihkan;
  10. Biarkan hingga suhu ruang di cooling rack;
  11. Potong dan sajikan.
Box Brownies Menggunakan Kertas Samson
Box Brownies Menggunakan Kertas Samson

Tips Membuat Brownies Sempurna

Banyak teori yang disampaikan tentang cara mendapatkan crust yang shiny, seperti pastikan gulanya larut. Jangan memasukkan adonan 3 dalam keadaan panas, hingga pastikan suhu oven tidak terlalu panas. Tidak ada salahnya mencoba ya. Berdasarkan pengalaman, kami menggunakan resep di atas, bahan 3 pada suhu hangat, dan gula larut sempurna, serta api oven di suhu 180 delcel. Hasilnya, crustnya tipis dan shiny. Perfect!

Hampir lupa, pastikan juga cara melelehkan mentega dan DCC-nya benar ya. Bahasan tentang ini akan kami bahas pada artikel terpisah.

Agar gulanya cepat larut dan telurnya tidak sampai mengembang, jangan mengganti gulanya. Gula pasir biasa tekturnya lumayan keras sehingga sulit larut ketika dikocok sebentar saja. Jika kerepotan mencari gula kastor, blender saja gula pasir hingga halus. That’s it, castor sugar! Kami juga selalu menggunakan gula pasir yang diblender. Bahkan di rumah, kami memblender 1 kg gula pasir dan menyimpannya di dalam toples kaca sehingga ketika resep membutuhkan gula kastor, tinggal timbang saja. Banyak resep yang menggunakan gula kastor. Jadi tenang saja, just blend it out, store it well, use later on!

Untuk memperkaya rasa, gunakan aneka makanan ringan sebagai topping. Misalnya coklat bar, wafer yang dibalut dengan coklat, coklat karamel, biskuit, dan bisa juga menambahkan buah seperti pisang. Dulu kami sering menambahkan coklat button couverture ke dalam adonan dan juga sebagai taburan topping. Coklat couverture yang leleh di suhu ruang membuat brownies makin nyoklat dengan sensasi lelehannya.

Eniwei gais, selamat mencoba ya!

Ummu Hanif, 2018

Instagram:

@diaryummi

@ummuhanif.craftworld

@pralineboxjakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: