Tumpeng Mini

Tumpeng Uni Cakes Edited
Tumpeng Mini

 

Bismillah…

Oh wow, ternyata kami pernah membuat tumpeng! Iyess, kalau kamu lihat fotonya, ada watermark Uni Cake. Uni Cake adalah merk dagang kami untuk produk makanan terutama cake dan cookies. Uni Cake resmi berakhir pada tahun 2015 ketika kami memulai usaha Unidchoco yang memproduksi coklat karakter yang lucu-lucu. Baru-baru ini Unidchoco kami serahkan hak kepemilikan dan pengelolaannya kepada salah seorang saudari kami. Lalu kami masih memiliki LittleBig (Box) yang bergerak di bidang kemasan produk coklat. Sesuai rencana kami sedang dalam proses menutup usaha ini. Jika tidak ada perubahan rencana, insyaAllah kami akan fokus mengelola blog dan yutub Ummu Hanif sebagai pekerjaan kedua. Pekerjaan utama tentu saja ibu rumah tangga. Jadi, agar fokus tidak terlalu banyak terpecah, harus ada yang kami korbankan.

Kembali lagi ke tumpeng mini. Tumpeng ini kami buat untuk ulang tahun suami tahun 2015. Juga sebagai salah satu ajang belajar menu masakan nusantara. Resep nasi kuning dan orek tempe keringnya sudah pernah kami posting di blog lama Uni Cake. Namun di sini kami akan berbagi lagi resep yang sama supaya pencarian resep bisa dilakukan di sini saja. Resep masakan, kue, dan kukis lainnya juga akan kami posting ulang di sini dengan foto yang sama dan resep yang sama. Hihi, karena belum bisa bikin konten baru sesegera mungkin. Biar blog ini makin rame, kami reposting dulu. Eits, resepnya lasting forever pokoknya. Bukan resep yang musiman dan tren-trenan.

Resep Nasi Kuning NCC
  • 800 gram beras putih pulen
  • 200 gram beras ketan
  • 1,2 l santan dari 1 butir kelapa
  • 1 sdm kunyit, haluskan
  • 2 sdm garam
  • 4 lembar daun salam
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 batang serei
  • 1 sdm air jeruk nipis
Cara Membuat Nasi Kuning
  1. Campur beras dan beras ketan, cuci, tiriskan, dan kukus;
  2. Campur kunyit dan santan, aduk rata, saring, buang ampas kunyitnya;
  3. Masak santan bersama daun salam, serei, dan daun pandan, serta garam hingga mendidih. Jangan lupa mengaduk santan selama dimasak agar tidak pecah;
  4. Masukkan beras yang sudah dikukus, dalam kondisi masih panas, ke dalam wajan berisi santan, diamkan hingga santan meresap;
  5. Kukus lagi nasinya dan masak hingga matang dan pulen. Lalu nasi siap dicetak.

Cukup gampang ya. Dan selagi menulis ulang resep ini, tiba-tiba kami punya ide baru. Di dapur ada stok beras basmati. Apa jadinya kalau beras basmati kami masak dengan cara memasak nasi kuning ini? Sepertinya ide bagus dan layak dicoba. Kalau diingat-ingat, cara memasak nasi kebuli juga tidak jauh berbeda. Hanya bumbunya saja yang membedakan. Jika kebuli memakai susu dan yogurt, nasi kuning menggunakan kelapa. Kita tentunya langsung bisa paham ya perbedaan ini. Indonesia, tanah tropis yang dipenuhi kelapa sehingga wajar jika olahan makanannya sering menggunakan santan. Sementara wilayah timur tengah lebih familiar dengan susu dan olahannya yogurt.

Oho, I’am really eager to know seperti apa bentuknya nasi kuning basmati, hehe. I will try after this. Pak Profesor pasti akan senang sekali berhubung sudah lama beliau nunjuk-nunjuk beras basmati yang dianggurin di atas rak piring, hehe. Kalau sudah jadi, kami akan share lagi di sini apa jadinya ya. Semoga berhasil.

Bagikan pengalaman kamu membuat nasi kuning dan tumpeng di kolom komentar. Kami tunggu^^

Sharing is caring.

Salam pemula!

Pamulang, 10 Februari 2019

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: