Resep Kolak Biji Salak

Kolak Biji Salak Uni Cakes
Kolak Biji Salak

Bismillah…

Yeayy, ketemu deh! Nggak nyari juga sih. Cuma belakangan kok pas motoin kolak biji salak, rasanya fotonya ga ada yang pas. So, kami pakai dulu foto lama ya. Foto dimasa Uni Cake belum terkubur, hihi. Kalau tidak salah foto ini disetor untuk kegiatan challenge gitu. Tapi lupa yang mana. Pastinya week-weekan NCC Indonesia.

Cerita dulu nih. Pertama kali kami mencoba kolak biji salak antara tahun 2006-2010. Gubrak, antaranya lama banget! Iya, pokoknya ketika masih kuliah S1. Saat itu kami sering main ke rumah kakak kami di Matraman. Saat itu pula beliau masih serumah dengan mertunya (sekarang sudah pisah ya). Mertua kakak kami waktu itu membuat kolak biji salak ini. Terus kami pikir, oh, gampang ya, hehe. Tapi baru dicoba beberapa tahun kemudian ketika perlengkapan tempur sudah tersedia. Lebay? Hooh lebay dikit. Sejak bereksodus ke ibukota hingga menikah dapat dikatakan kami tidak pernah memasak kecuali insindental kegiatan-kegiatan bersama teman (masak mie tidak masuk hitungan! Anak bawang!).

Cerita lagi nih. Kami ini dari kampung sodara! Tahun 2006 kami datang ke Jakarta lebih tepatnya Ciputat. Berdasarkan pengalaman senior-senior yang kuliah di Padang (eh, ketahuan deh orang mana. Apa sih, kemaren-kemaren juga udah buka topeng!), mereka itu membaca kompor, wajan, panci, piring, sendok, sutil, dan segala perlengkapan memasak dan makan. Berbekal pengamalan itu, di Jakarta kami membeli kompor. Kompor minyak tanah! Udah ketahuan kan sekarang ndesonya gmn? Tahun 2006 di Jakarta beli kompor minyak tanah! Kalau diingat-ingat jadi ketawa geli.

Ada yang salah? Nggak salah karena yang jual minyak tanah juga ada kok. Tapi, tahun 2006 itu momennya migrasi minyak tanah ke kompor gas. Apa sudah dari sebelumnya? Entahlah kami tak tahu karena di kampung minyak tanah, walaupun mahal selangit, masih banyak yang menjual, kala itu. Lalu kenapa tidak menggunakan kompor gas? Tenang, kami masih menggunakan kayu bakar, hehe.

Lalu, si kompor ini, warna merah putih! Kami membawanya ke asrama. Pertama kali datang masih memakan bekal dari rumah kakak. Hari berikutnya kami coba memasak dengan kompor. Dari ratusan anak asrama ternyata yang memasak cuma kami sendiri, hoho. Dan ternyata lagi di dapur asrama sudah disediain kompor gas dengan tabung biru. Beli gasnya patungan per lorong (sekitar 10 kamar, kalau tidak salah). Ternyata tidak ada yang memasak sodara-sodara! Semuanya membeli makan. Simpel dan cepat!

Ternyata sebelumnya kami sudah posting resep biji salak dengan foto terbaru. Lumayanlah, hehe. Link di sini. Dua posting ini memiliki cerita yang berbeda, jadi sangat layak dibaca kedua-duanya. Resep dan sumber resep tetap sama. Link untuk blog lama, blog Uni Cake ada di sini ya.

Kolak Biji Salak Uni Cakes2

Lalu bagaimana pengalaman kami pertama kali membeli makan di Ciputat? Lanjut di postingan berikutnya ya. Kepanjangan nanti di sini. Intinya ketika sudah menikah tahun 2012, kami pelan-pelan membeli perlengkapan memasak satu persatu. Dan menu ini kami buat bukan saat Ramadhan, hehe.

Resep Kolak Biji Salak

Dari blog Mba Hesti (lupa kan Hesti yang mana, hiks)

Bahan biji salak:

  • 500 gram ubi kuning
  • 100 gram tepung kanji/tapioka/sagu tani
  • 1/2 sdt garam

Bahan gula merah:

  • 250 gram gula merah
  • 1/2 sdt garam
  • 600 ml air
  • 2 lembar daun pandan
  • 2 sdm tepung tapioka, larutkan dengan sedikit air

Bahan saus santan:

  • 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 1/2 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan
Cara Membuat Kolak Biji Salak
  1. Kupas ubi kuning, kukus, haluskan selagi panas, sisihkan;
  2. Setelah hangat campur ubi dengan tepung dan garam, aduk rata;
  3. Bentuk bulat atau bentuk sesuai selera
  4. Didihkan air, rebus biji salak hingga mengapung. Angkat dan tiriskan.
  5. Sisir gula merah hingga halus;
  6. Rebus semua bahan saus merah kecuali garam hingga mendidih dan gula larut;
  7. Tambahkan garam, aduk rata, angkat, saring, sisihkan;
  8. Rebus semua bahan saus santan kecuali garam hingga mendidih. Masukkan garam, aduk rata, angkat, dinginkan.
  9. Ambil biji salah secukupnya, masukkan ke dalam mangkok, tuang saus gula merah dan saus santan, sajikan.

Gampang bukan? Murah tentunya! Cuss ke pasar beli ubi. Untuk sodara yang suka dingin, tambahkan es batu atau simpan kolaknya di dalam kulkas sebelum disajikan.

Pamulang, 20 Februari 2019

 

One thought on “Resep Kolak Biji Salak

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: