Resep Pindang Serani

PT2
Pindang Serani

Bismillah

Olahan ikan tongkol. Walaupun aslinya lebih baik menggunakan ikan yang mengandung banyak lemak seperti tuna atau bandeng. Begitu kata yang punya resep, hehe. Kalau udah di dapur, bahan yang ada bisa saling mensubstitusi. Sering malah! Berhubung kami jarang ke pasar (sejak tinggal di Pamulang) maka pasrah aja sama ikan yang dibeli suami dari pasar. Kadangkala kami suka request. Namun karena jarang sekali kesana, pastinya tidak tahu ikan apa saja yang ditawarkan para pedagang di sana. Sekali waktu ada ikan yang tidak biasa dijual dan suami membelikan. Biasanya musiman. Si tongkol ini, tongkol sisik, pasti selalu ada. Ikan sejuta umat. Mau dibalado, asam padeh, pindang, hingga dibakar, semuanya oke.

Etapi foto di atas adalah foto lama saat kami masih di UKS Matraman. Kami masih rajin ke pasar Palmeriam (pastinya bersama suami) setidaknya seminggu bisa 2-3 kali. Punya langganan ikan juga. Hanya saja saat itu dan sampai sekarang sih, kami tidak begitu suka ikan bandeng diolah selain presto. Durinya buk! Duri halus yang bertebaran di seantero daging ikan bandeng itu menyiksa banget saat makan. Kami harus menyisihkannya satu persatu. Di saat orang lain sudah habis 3 piring, kami baru mulai menyuap, hoho. Kenapa tidak ditelan saja? Suka kecekek buk! Duri halus begitu? Hooh!

Sementara ikan tuna, entahlah. Tidak tahu kenapa kami jarang membeli ikan tuna kecuali kalengan. Ikan tuna kalengan enak dibuat sandwich. Apa karena ikan tuna segar lebih amis dari ikan kebanyakan? Yang pasti kami jarang membelinya. Semoga bisa merubah kebiasaan ya. Kalau makan tongkol melulu nanti ngga bisa jawab kalau ditanyain nama-nama ikan. Opsss!

Yuk lah yuk cus resep dulu. lama-lama ikutan kampanye kami nanti ^^.

Resep Pindang Serani

Bahan Utama:

  • 800 gram steak ikan tongkol/tuna/bandeng/belanak
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 1-2 batang sereh ambil bagian putihnya, memarkan
  • 10 butir cabe rawit, biarkan utuh
  • 1 lembar daun salam
  • 1 sdt garam
  • 1 sdm gula jawa/palm
  • 1 sdm air asam jawa
  • 1 liter air
  • 3 sdm minyak goreng

Bumbu Halus:

  • 7 buah bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 sdt laos cincang
  • 2-3 cm kunyit, sangrai, kupas

Cara Membuat Pindang Serani

  1. Lumuri daging ikan dengan air jeruk nipis, diamkan 10-20 menit;
  2. Tumis bumbu halus, daun salam, dan sereh hingga wangi dan matang;
  3. Tuang air dan air asam jawa, aduk rata;
  4. Masukkan ikan dan bahan lain, kecilkan api;
  5. Masak hingga ikan matang dan bumbu meresep sempurna. Kuah menjadi berwarna kuning jernih (light yellow).

Rasanya mantap jiwa! Asam, manis, gurih bersatu dalam permen Nano-Nano, oh, dalam pindang serani. Sajikan hangat dengan setengah piring nasi putih. Lagi diet, hooh. Jika sudah adem, sebaiknya dihangatkan lagi sebelum disajikan. Atau sajikan dengan nasi panas. Makan layaknya makan sup. Kuah dituang ke nasi. Slurrppp, yummy!

Pamulang, 20 Maret 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: