Resep Cookies Lidah Kucing

LK
Kue Kering Lidah Kucing

Bismillah

Hai there! Ramadhan menjelang! Adakah di sana teman-teman yang mau memulai usaha kue kering? Belum punya resep sendiri? Bingung dengan resep kue kering yang berseliweran di Google namun tidak yakin keabsahannya, omo. Jangan bingung saudaraku! Di sini kami mau berbagi resep aneka jenis kue kering yang populer untuk sajian lebaran. Kami mulai dengan resep kue kering Lidah Kucing atau populer juga dengan nama Katetong. Resep yang simpel dan murah serta insyaAllah sudah lulus uji.

Kue kering Lidah Kucing yang ada di foto adalah varian rainbow. Saat kami dulu sedang semangat dan rajin mencoba resep masakan dan kue, masa itu sedang booming konsep rainbow. Sehingga segala macam resep selalu dibuat varian rainbownya. Dan kami, tidak tak tersentuh tren, hehe. Kalau  boleh jujur, kami lebih suka resep asli tanpa pewarna tambahan sintetis. Seringkali kami membuat makanan berwarna tapi tidak kami sentuh (baca: makan) karena sudah hilang selera melihat warnanya, hehe. Kami juga selalu berusaha untuk menggunakan pewarna makanan dalam takaran yang sedikit. Penggunaan yang minim menghasilkan warna pastel yang sejuk dipandang. Kalau seperti itu, perut kami masih menoleransinya.

Hai, jangan diartikan bahwa pewarna makanan yang kami gunakan tidak aman ya. Di zaman jadi tukang kue, kami menggunakan pewarna makanan merk Wilton, Golden Brown, dan Americolor. Untuk pasta kami biasa menggunakan Golden Brown. Kalau sekarang? Untuk keperluan di rumah kami hanya stok pasta pandan merek Kupu-Kupu, hehe. Masih ada beberapa pewarna dan pasta sisa produksi cuma hampir tidak pernah kami gunakan. Sepertinya akan terbuang, hiks, maafkan.

Jika ada teman-teman yang seperti kami, tidak berselera menyentuh makanan berwarna gonjreng yang menggunakan pewarna sintetis, kita bisa menggantinya dengan menggunakan warna-warna alami yang Allah ciptakan. Mari kita bicarakan soal warna rainbow dan darimana warnanya bisa kita dapatkan. Rainbow identik dengan 7 warna yang disingkat menjadi MEJIKUHIBINIU alias merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Namun biasanya tukang kue hanya menggunakan 6 warna, dimana ungu dan nila, digunakan salah satunya saja mengingat warnanya masih serumpun.

Merah bisa didapat dari umbi bit. Jingga atau oren dari wortel. Kuning dari kunyit. Hijau dari pandan. Biru dari bunga telang. Lalu nila atau ungu dari terong belanda. Proses pembuatannya memang lebih ribet daripada menggunakan warna sintetis. Proses yang sulit dan waktu yang digunakan lebih lama sehingga harga jual menjadi lebih mahal. Memang agak susah jika target pasarnya adalah kelas menengah bawah di Indonesia. Selain soal ekonomi, kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan sehat dan alami belum menjadi gaya hidup. Namun jika teman-teman memiliki target pasar yang mementingkan sehat daripada murah, maka mereka tidak akan susah mengeluarkan kocek dari kantongnya untuk membeli produk teman-teman.

Selain menggunakan sari dari bahan-bahan di atas, kita bisa mendapatkan warna dengan menambahkan rasa ke dalam adonan. Bagaimana caranya? Tambakan buah, sayur, atau umbi ke dalam adonan. Untuk warna merah, tambahkan buah stroberi. Jingga dengan perasan jeruk. Kuning bisa dengan pisang. Hijau dari alpukat. Dan warna ungu didapat dari terong belanda atau bluberi dan ubi ungu. Untuk warna biru sepertinya tidak ada ya buah yang bisa digunakan. Balik lagi saja menggunakan warna bunga telang. Jika ada ide lain, boleh berbagi di kolom komentar.

Tapi kawan, jangan tanyakan bagaimana cara mengolahnya dan mengkonversi resep menggunakan bahan alami di sini karena kami belum pernah mencobanya, hehe. Calm down, please! Sejauh ini ide-ide tersebut masih berputar di kepala kami saja. Belum pernah sampai ke laboratorium (baca: dapur). Mengapa? Untuk uji coba resep pasti dibutuhkan proses yang panjang. Proses trial and error yang tidak hanya sekali saja tentunya menyisakan produk-produk gagal. Produk ini tentunya tidak bisa dibuang begitu saja melainkan harus dimakan. Dikasih ke orang sudah pasti tidak layak. Ingat, berikan sedekah dari barang atau harta yang paling kita senangi, bukan barang yang memang ingin kita buang.

Masalahnya apa kalau dimakan sendiri? Hehe, bisa over-weight sodara-sodara! Sekarang saja kami sedang struggling menurunkan berat badan. Kalau masih harus trial and eror, dietnya pasti gagal total! Ya sudah dibuang saja! Hehe, mau gantiin hisab kami gak di akhirat nanti, hihi. Ngeri ya, segitu amat. Hooh, emang segitunya.

Eniwei, kami hanya ingin berbagi info bahwa ada banyak cara alami untuk memberikan warna dan rasa pada makanan. Sudah banyak juga resep yang dishare menggunakan bahan alami. Mm, panjang kali lebar sudah sangat luas. Kita bicarakan resepnya sekarang? Mari!

Resep yang kami gunakan umumnya disadur dari website NCC Indonesia. Zaman itu kami selalu mencoba berbagai resep dari grup dan website NCC. Kenapa? Jaminan mutu soalnya. So, berikut ya resep kue kering Lidah Kucing yang bersumber dari NCC Indonesia.

Resep Kue Kering Lidah Kucing

Bahan:

  • 250 gram mentega
  • 75 gram putih telur
  • 140 gram gula halus
  • 225 gram tepung terigu protein rendah
  • 60 gram tepung maizena
  • Pasta dan pewarna sesuai selera
Cara Membuat Kue Kering Lidah Kucing/Katetong
  1. Kocok mentega dan gula halus hingga mengembang dan pucat;
  2. Masukkan putih telur, teruskan mengocok hingga rata;
  3. Masukkan tepung terigu dan tepung maizena yang sudah diayak, aduk hingga rata;
  4. Bagi adonan sejumlah warna yang digunakan;
  5. Tambahkan warna atau pasta sesuai selera;
  6. Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga, potong ujungnya;
  7. Olesi loyang lidah kucing dengan mentega;
  8. Semprotkan adonan ke loyang, panggang selama kurang lebih 20 menit atau hingga matang pada suhu 150 delcel.

Sangat gampang bukan? Putih telurnya didapat dari sisa produksi kue kering lain yang menggunakan kuningnya saja seperti nastar. Ketika menyemprotkan adonan ke loyang, jangan memenuhi cekungannya ya. Cukup semprotkan di tengah cekungan berbentuk silinder saja. Nanti ketika dipanggang, adonan akan melebar mengikuti ceruk cetakan dan membentuk katetong yang indah. Jika mau membuat 6 warna seperti pada foto, semprotkan adonan melintang di cetakan. Bagian ujung lebih pendek dari pada bagian tengah. Sayang sekali ya kami tidak membuat videonya.

Untuk harga lebih bersahabat, ganti mentega dengan margarin. Jangan tanya apakah rasanya akan sama. Tentu saja berbeda kawan. Tapi, ya tapi ini lo. Banyak juga orang yang tidak suka dengan rasa mentega sehingga mereka lebih memilih menggunakan margarin dan membeli produk berbasis margarin melainkan mentega. So, pelajari pasar kamu sebelum terjun ya. Khawatirnya kecebur genangan air kalau gak liat-liat, hehe.

Ah iya, tepung terigu protein rendah itu salah satu contohnya adalah produk Bogasari, terigu kunci biru.

So, selamat mencoba dan selamat berjuang untuk yang ingin membuka usaha.

Pamulang, 9 April 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: