Resep Blueberry & Strawberry Butter Cookies

BBC
Blueberry Butter Cookies

Bismillah

Kue Mentega!

Adalah sebutan yang sangat populer back then ketika kami masih kecil. Ada banyak jenis kue kering yang dimodifikasi dari resep dasar butter cookies. Sebut saja semprit jadul, nastar, thumbprint cookies, dan masih banyak lagi. Salah satunya kami modifikasi menjadi kue mentega dengan sedikit selai di atasnya. Sederhana namun sangat cantik.

Seperti namanya, butter cookies tentu saja menggunakan mentega dalam jumlah yang cukup banyak. Di Indonesia, sebagian besar, mentega diartikan secara umum sebagai lemak yang digunakan di dalam pembuatan kue. Maksudnya apa? Blueband disebut mentega, Simas disebut mentega. Padahal keduanya adalah margarin. Karena itulah di atas kami memasukkan semprit jadul sebagai bagian dari varian butter cookies walaupun lemaknya menggunakan margarin.

Untuk itu perlu kita luruskan dulu konsep margarin dan mentega ini. Margarin adalah lemak nabati sementara mentega terbuat dari unsur hewani. Margarin terbuat dari minyak sementara mentega terbuat dari susu. Perbedaan unsur utama ini membuat warna, aroma, dan rasa keduanya jauh  berbeda. Mentega beraroma wangi susu, rasanya gurih, dan berwarna pucat. Warna margarin lebih terang (kuning) dan aromanya tidak begitu tajam. Menyimpan mentega harus di kulkas karena titik lelehnya yang sangat rendah. Beda halnya dengan margarin yang tidak masalah terpapar suhu ruang. Karena terbuat dari susu, kolesterol mentega jauh lebih tinggi daripada margarin. Konon mentega mengandung lemak jenuh dan margarin memiliki kadar lemak tak jenuh.

Bicara soal penyimpanan, ada mentega yang tahan disimpan pada suhu ruang, roombutter. Di kampung kami biasa menyebut rambuter. Roombutter ini sangat populer di kampung kami saat kecil. Ketika belum banyak masyarakat yang memiliki kulkas, opsi terbaik yang kami miliki tentu saja roombutter dan margarin. Lalu yang manakah yang disebut roombutter? Teman-teman pasti familiar dengan mentega Wisjman, Anchor kalengan dan Orchid kalengan. Semua itu adalah roombutter, mentega yang boleh disimpan di suhu ruang. Biasanya dikemas dalam kaleng. Sementara mentega yang dikemas dengan kertas khusus dan harus masuk kulkas contohnya adalah Anchor dan Orchid balok/batangan, Lurkpak, President, dan Elle & Vire. Teman-teman bisa menemukan mentega jenis ini di supermarket pada bagian chiller.

Sebagai bahan membuat kukis, bakul lebih menyukai roombutter. Entah mengapa. Mungkin karena aroma wanginya yang khas menggugah selera. Selain untuk keperluan produksi jualan yang menggunakan Wisjman, kami sering membuat kukis dengan mentega balok untuk konsumsi sendiri. Rasanya lebih lembut dari roombutter. Kalau untuk membuat cake, tentu saja pilihannya adalah mentega balok. Walaupun sesekali pernah kami gunakan roombutter. Untuk menghemat anggaran, kembali lagi ya, kami biasa menggunakan Blueband.

Sebagai salah satu varian butter cookies, kami membuat butter cookies dengan topping selai bluberi dan stroberi. Kedua selai ini bisa diterima oleh lidah banyak orang. Sebagai bagian dari eksplorasi, kami sempat mencoba selai lemon. Rasanya tidak cocok dengan butter cookies, hehe. Selain selai, chocolate button atau coklat kancing bisa jadi alternatif. Hanya saya, coklat button sangat sensitif dengan suhu panas karena termasuk dalam kategori chocolate couverture.

 Resep Blueberry & Strawberry Butter Cookies

Bahan:

  • 200 gram mentega
  • 50 gram margarin
  • 50 gram gula halus
  • 1 butir kuning telur
  • 1 butir telur antero/utuh
  • 350 gram tepung terigu protein sedang
  • 2 sdm susu bubuk
  • 2 sdm tepung jagung/maizena
  • 75 gram selai stroberi
  • 75 gram selai bluberi
Cara Membuat Blueberry & Strawberry Butter Cookies
  1. Kocok mentega, margarin, dan gula halus dengan spatula hingga tercampur rata;
  2. Tambahkan telur, aduk rata;
  3. Masukkan tepung terigu, susu bubuk, dan maizena yang sudah diayak sebelumnya, aduk rata hingga adonan menjadi kalis;
  4. Giling adonan hingga ketebalan 5 mm cetak dengan cetakan puncher bertekstur bunga;
  5. Masukkan selai ke dalam plastik segitiga, semprotkan selai di cekungan yang ada pada permukaan kukis;
  6. Panggang selama 30-40 menit atau hingga matang dalam oven bersuhu 130-140 delcel;
  7. Angkat dan dinginkan lalu simpan di dalam wadah kedap udara.

Cetakan yang kami gunakan adalah cetakan produksi Malaysia. Banyak dijual di pasar atau di toko bahan kue. Satu cetakan terdiri dari 2 unsur seharga kurang lebih Rp 20,000. Usahakan menggunakan spatula/sendok kayu dengan wadah kaca atau stanless steel saat mengocok adonan. Jika hendak memakai mixer, mixer adonan dengan kecepatan tinggi sebentar saja kurang lebih 30 detik. Jika mentega dikocok terlalu lama, kukis akan melebar saat dipanggang. Untuk mengantisipasi supaya kukis tidak melar, simpan adonan yang belum digiling di dalam kulkas. Pastikan untuk menutup adonan sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Jika adonan disimpan dalam kondisi terbuka, permukaan adonan akan menjadi kering dan merusak tekstur kukis.

Kukis ini termasuk kukis yang cukup ekonomis walaupun menggunakan mentega berkualitas. Dengan begitu, kukis ini bisa dipertimbangkan menjadi produk lebaran. Ah iya, contoh terigu protein sedang adalah terigu segitiga biru atau mila.

Pamulang, 11 April 2019

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: