Caisim Tumis Bakso Udang

Tumis Caisim Bakso Ikan
Tumis Caisim Bakso Udang

Bismillah

Semalam kami sudah mulai menulis artikel seputar isi buku Pola Makan Rasulullah namun belum selesai. Sembari melanjutkan menulis artikel tersebut, kami update dulu resep ‘pesakitan’ yang sebenarnya adalah resep harian yang sepertinya akan selalu ada di meja makan. Tumisan!

Kali ini kami menggunakan bahan utama sayur caisim dan bakso udang. Sementara bumbu untuk tumisan sangatlah simpel yaitu bawang merah, bawang putih, laos yang digeprek, dan daun salam. Garam tentunya pasti dan gula adalah pilihan yang bisa digantikan dengan madu. Buat yang terbiasa dengan kaldu tentunya tidak ada masalah, begitu juga dengan teman-teman yang biasa menambahkan msg dalam makanan, silahkan digunakan dalam takaran yang aman. Pilihan lain untuk memunculkan rasa gurih adalah dengan menambahkan saus tiram. Tuang sedikit kecap manis juga tidak masalah. Berikut resep yang kami gunakan. Sekali lagi, sesuaikan dengan bahan yang tersedia di dapur ya.

Resep Caisim Tumis Bakso Udang

Bahan:

  • 1 ikat caisim, potong sesuai selera atau biarkan utuh
  • 5 butir bakso udang, iris tipis atau potong menjadi 4-8 bagian
  • 2 butir bawang merah, iris tipis
  • 1 siung bawang putih, keprek dan cincang halus
  • 1 ruas jari laos, keprek
  • 1 lembar daun salam
  • 1 sdt saus tiram
  • 50 ml air
  • garam secukupnya
  • 1 sdm minyak untuk menumis

Cara memasak:

  1. Panaskan minyak goreng;
  2. Tumis bawang merah hingga wangi;
  3. Masukkan bawang putih, tumis hingga layu dan wangi. Silahkan menumis hingga terkaramelisasi jika suka;
  4. Masukkan laos dan daun salam;
  5. Masukkan caisim, aduk rata;
  6. Tuang air, masak sebentar hingga layu;
  7. Masukkan bakso udang, aduk rata;
  8. Tambahkan garam dan saus tiram, masak hingga matang.

Oh iya, kami juga ingin berbagi tentang minyak goreng. Tentunya teman-teman banyak membaca tentang bahaya minyak goreng yang dibuat dari kelapa sawit. Negara-negara Eropa bahkan sudah melarang masuknya minyak sawit kesana untuk melindungi warganya dari mengkonsumsinya. Dari segi kesehatan kami hanya tahu sedikit saja tentang ini.

Namun bila dirujuk kembali ke masa lalu, dimana perkebunan sawit belum menggurita seperti saat ini, rakyat Indonesia sudah terbiasa dengan minyak kelapa. Nenek kami, lebih tepatnya saudara kandung nenek kami adalah salah seorang produsen minyak kelapa semasa hidupnya. Sebagai produsen tentunya beliau selalu bersentuhan dengan minyak kelapa. Satu hal yang hingga saat ini kami ingat adalah, hingga di akhir hayatnya pada usia 60an (kami lupa berapa tepatnya) rambutnya hampir tidak ada ubannya.

Sekarang, jika teman-teman berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, kita dapat menemukan minyak kelapa yang harganya dua, tiga kali lipat minyak goreng yang terbuat dari sawit. Selain soal kesehatan tentunya kita juga sadar bahwa banyak hal di negara ini yang terjadi karena perang dagang antar pengusaha bahkan negara. Bahasan ini kita bahas kapan-kapan ya, hehe.

Yang penting adalah mari kita usahakan untuk terus menerapkan gaya gidup sehat. Jika memang kita belum bisa menggunakan bahan alami terbaik, kurangi saja penggunaan bahan-bahan yang susah dicerna oleh tubuh atau mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi makanan oleh tubuh.

Pamulang, 28 Juni 2019

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: