Kondisi Lemah dan Asupan Makannya

“Allah menciptakan manusia dari kondisi lemah kemudian menjadi kuat dan kembali lemah”.

Makan, bisa menjadi simpel ketika dibuat simpel dan akan menjadi sangat rumit jika kita mengkondisikannya demikian. Baik menu, cara makan, dan tempat makan. Namun terlepas dari itu semua, ada kondisi tertentu yang membuat orang-orang yang berada dalam situasi tersebut harus mempertimbangkan perlakuan khusus dalam pola makannya. Bukan hendak membuat rumit namun lebih pada memberikan perhatian lebih.

Pertama, wanita hamil dan menyusui. Sudah umum kita pahami bahwa ibu hamil makan untuk dirinya dan untuk anaknya. Kondisi ini menuntut ibu hamil untuk memperhatikan nutrisi yang diasupnya. Perkembangan janin di dalam rahim membutuhkan asupan nutrisi yang lengkap dan sempurna sehingga bayi lahir dalam keadaan sehat dan ibu juga selamat.

Untuk memastikan wanita hamil dan menyusui tercukupi kebutuhan makannya, Islam memberikan keringanan pada mereka untuk berbuka atau tidak berpuasa selama Ramadhan. Dengan begitu diharapkan ibu hamil dan menyusui dapat mengkonsumsi makanan dalam kadar yang cukup untuknya dan bayi. Sangat bahaya bagi ibu jika kebutuhan pada masa hamil dan menyusui tidak terpenuhi. Tubuh akan memberikan cadangan nutrisi yang disimpan tubuh kepada bayi dan sebagai nutrisi untuk menyusui sehingga berakibat buruk bagi ibu. Seperti kekurangan kalsium pada ibu hamil dan menyusui akan mempercepat pengeroposan tulang dan gigi.

Kedua, bayi yang masih menyusu. Seorang anak berhak untuk disusukan selama dua tahun pertama kehidupannya, baik disusui langsung oleh ibu kandungnya maupun diupahkan kepada ibu susu. Allah menjamin kebutuhan makan bayi melalui air susu ibunya. Tiga hari pertama setelah melahirkan, payudara ibu akan mengeluarkan cairan kekuningan yang dikenal dengan sebutan kolestrum. Cairan ini kaya akan protein, antibodi, vitamin, dan mineral. Cairan ini juga berfungsi membiasakan perncernaan menerima makanan dan mengolahnya menjadi zat yang akan membantu tubuh kembang bayi.

Air susu ibu yang diasup bayi membantu tubuh bayi melawan penyakit dengan kandungan zat-zat yang ada di dalamnya. Saat bayi menginjak usia enam bulan, ibu sudah bisa memberikan makanan tambahan pendamping air susu yang kaya energi. Sejak usia diberikan makanan tambahan tubuh bayi akan beradaptasi menerima makanan mulai dari yang lembut hingga bisa memakan makanan sebagaimana adanya.

Ketiga, batita. Agar bayi tumbuh dengan baik perlu diperhatikan nutrisinya. Kebutuhan anak batita terhadap energi dan unsur-unsur makanan melebihi kebutuhan orang dewasa karena tubuh mereka menggunakannya untuk tumbuh kembang. Sebaiknya batita mengkonsumsi makanan beragam setiap harinya agar nutrisi yang diperoleh juga beragam.

Keempat, remaja. Remaja masih dalam masa tumbuh kembang sehingga membutuhkan nutrisi yang tidak kalah penting dari anak batita. Aktifitas fisik dan otak yang cukup banyak memerlukan energi yang banyak. Ragam nutrisi dan variasi yang seimbang sangat dibutuhkan.

Kelima, orang tua lanjut usia. Tidak ada patokan usia seseorang dikatakan lanjut usia mengingat hal itu berbeda di setiap negara atau wilayah. Bergantung kepada aktifitas dan kondisi kesehatan tubuh. Orang lanjut usia memiliki organ tubuh yang tidak maksimal dalam menyerap nutrisi makanan. Hal ini karena unsur destruktif di dalam tubuhnya lebih banyak daripada unsur konstruktifnya. Islam mewajibkan kepada setiap anak untuk memberikan perawatan kepada orang tua mereka yang sudah sepuh. Salah satunya adalah memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang seimbang.

Disarikan dari buku POLA MAKAN RASULULLAH

Pamulang, 8 Juli 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: